LOMBA JAWARA SMK TAHUN 2011
SMK Negeri 1 Banyuwangi kembali mengukir prestasi di tingkat Jawa Timur di Hotel Empire Surabaya setelah menyisihkan peserta jawara tingkat kabupaten sebagai Juara I Bidang Bisnis Manajemen, Juara I Bidang Pariwisata dan Juara II Bidang TIK.
Kemarin pada Kamis, 3 November 2011 di Tingkat Jawa Timur, siswa SMK Negeri 1 Banyuwangi Kompetensi Keahlian Akuntansi a.n. Yungga Retya berhasil meraih juara II Tk. Jawa Timur. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi SMK Negeri 1 Banyuwangi yang telah berstatus RSBI.
Selain itu pada bulan lalu, SMK Negeri 1 Banyuwangi juga berhasil meraih Juara I di ajang Jember Accounting Fair Fakultas Ekonomi UNEJ a.n. Eva Andriani.
Berikut beberapa prestasi yang telah diraih pada tahun 2011 :
|
NO |
JENIS LOMBA |
NAMA SISWA |
TAHUN |
JUARA |
| 1. | LKS Tk. Prop. JatimBid. Akomodasi Perhotelan | Bintang Satria | 2011 | Juara III Tk. Jatim |
| 2. | Lomba Bintang Radio (RRI) | Putri Ayu S.C. | 2011 | Juara I Sekarasidenan Besuki |
| 3. | Jember Accounting Fair Fakultas Ekonomi UNEJ | Eva Andriani | 2011 | Juara I Tk. Jatim |
| 4. | Lomba JAWARA SMKBid. Akomodasi Perhotelan | Roni Yanuar | 2011 | Juara I Tk. Kab. Banyuwangi |
| 5. | Lomba JAWARA SMKBid. Akuntansi | Retya Yungga D. | 2011 | Juara I Tk. Kab. Banyuwangi |
| 6. | Lomba JAWARA SMKBid. Rekaya Perangkat Lunak | Putri Ayu S.C. | 2011 | Juara II Tk. Kab. Banyuwangi |
| 7. | Lomba JAWARA SMK Tk. JatimKelompok Bisnis Manajemen | Retya Yungga D. | 2011 | Juara II Tk. Jatim |
Bupati Pastikan Pendidikan Dapat Perhatian Khusus
BANYUWANGI – Kebanggaan yang besar bupati Abdullah Azwar Anas sampaikan ketika bertemu dengan para kepala sekolah SMA Negeri/Swasta se-Kabupaten Banyuwangi dalam Workshop dan Validasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Sabtu siang (29/10), di Alam Indah Lestari Rogojampi.
“Menurut saya, kepala sekolah adalah posisi yang sangat strategis sebagai tulang punggung transformasi. Selain itu proses kreatif siswa hanya akan muncul dari guru dan kepala sekolah yang kreatif dan mau terus belajar,” ujar Bupati.
Dalam acara yang bertujuan untuk mendapatkan pedoman dan pemahaman yang sama atas KTSP tersebut, Bupati juga mengajak segenap peserta untuk menyiapkan waktu khusus untuk membaca agar tingkat keilmuannya tidak stuck (terhenti). “Guru adalah tempatnya ilmu. Tantangan guru itu begitu berat karena harus menghadapi manusia-manusia yang dinamis. Bahkan terkadang harus berhadapan dengan black campaign dan doktrin-doktrin komunitas,” tuturnya. “Karena itu saya sangat mendukung kegiatan ini demi kemajuan di bidang pendidikan, “tambahnya lagi.
Bupati juga menyampaikan bahwa nantinya arah kebijakan ke depan akan terfokus pada upaya mendorong partisipasi publik. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi yang juga diharapkan akan bangkit melalui policy pendidikan, yaitu dengan mengupayakan adanya universitas negeri di Banyuwangi. Selain itu, menurut Bupati saat ini dirinya tengah mengupayakan agar bangunan MOST (Mall of Sri Tanjung) yang berada di pusat kota diubah menjadi perpustakaan untuk publik yang dilengkapi digital library, ruang hot spot dan galeri budaya. Sehingga dengan begitu akan terbentuk generasi cendekia dan berkarakter kuat.
Ditambahkan oleh Ketua Panitia, Mujiono MPd, kegiatan ini diikuti oleh 48 SMA, yaitu 17 SMA Negeri dan 31 SMA Swasta. Masing-masing diwakili oleh 5 orang anggota tim pengembang sekolah. Sehingga seluruh peserta sebanyak 240 orang. Sosialisasi KTSP yang berupa validasi, visitasi dan verifikasi ini telah dilakukan sejak tahun 2010 oleh Tim Pengembang Kurikulum dan Pengembang Peningkatan Mutu Pendidikan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari mulai 29 – 30 Oktober 2011, yakni berupa kegiatan in service (kelas teori) dan on service ( praktek di lapangan). Yang bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan ini adalah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.
Lima kecamatan di Banyuwangi mengalami krisis air bersih
Banyuwangi -
Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ( KESBANGPOLINMAS) Banyuwangi, Abdullah mengatakan kelima kecamatan diusulkan untuk mendapatkan bantuan air bersih. Hal ini dilihat dari terganggunya aktivitas keseharian warga akibat minim air.
“Dari lima kecamatan yang paling parah krisis air bersih yaitu di kecamatan Wongsorjo di situ ada beberapa desa yang kekuarangan air bersih. Selain itu di Kecamatan Kalipuro juga mengalami hal yang sama meskipun wilayahnya berada di pegunungan. Dan di kecamatan Purwoharjo sendiri saat ini meskipun wilayahnya dekat pantai tepatnya di desa Gerajakan juga mengalami krisis air bersih. Saat ini sudah ada Beberapa daerah di Banyuwangi yang mengadukan kepada kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk itu kita akan bertindak cepat terkait pengadun dari masyarakat itu,”
Kepala Kesbangpolinmas Banyuwangi, Abdullah menambahkan untuk menangani kekurangan air, pemerintah setempat membentuk Posko Bersama Pelayanan Kekeringan. Posko ini bertujuan untuk menampung keluhan masyarakat terkait kekeringan dan kebersihan air. Pelayanan pengaduan ini dibuka selama 24 jam.




